Minggu, 05 April 2009

Butterfly Effect


Butterfly effect adalah sebuah istilah untuk teori chaos yang menunjukkan sistem yang ketergantungannya sangat peka terhadap kondisi awal. Hanya sedikit perubahan pada kondisi awal, dapat mengubah secara drastis kelakuan sistem pada jangka panjang. Jika suatu sistem dimulai dengan kondisi awal dua maka hasil akhir dari sistem yang sama akan jauh berbeda jika dimulai dengan 2,000001 di mana 0,000001 sangat kecil sekali dan wajar untuk diabaikan. Istilah ini merujuk pada sebuah pemikiran bahwa kepakan sayap kupu-kupu di hutan belantara Brazil dapat menghasilkan tornado di Texas beberapa bulan kemudian. Dengan kata lain suatu kejadian didunia ini bisa saja diawali oleh sebuah kejadian awal yang sangat sederhana sehingga tampak tidak berhubungan.

Pernah nonton sound of thunder. Film yang bercerita tentang sebuah perusahaan video games yang mengembangkan sebuah permainan menembus ruang dan waktu, dimana para klien, yang pasti membayar mahal, berburu binatang purba puluhan juta tahun yang lalu. Masalah terjadi ketika, karena kesalahan mekanik, seorang tanpa sengaja menginjak dan membunuh seekor kupu-kupu. Permasalahannya adalah kupu-kupu itu bukan hanya sekedar serangga dijamannya, tapi juga merupakan suatu titik yang menentukkan dan membentuk evolusi dunia jutaan tahun sesudahnya. Alhasil, terjadi serangan gelombang waktu yang mengakibatkan isi bumi berubah dengan drastis sesuai dengan jenis evolusi yang diciptakan oleh karena kematian kupu-kupu tersebut. Perubahan mulai dari yang paling sederhana yaitu cuaca, hingga morfologi dan fisiologi dari makhluk hidup didalamnya, mulai dari tumbuhan, organisme tingkat rendah, hingga tingkat yang lebih tinggi. Hewan dan tumbuhan berubah menjadi liar dan berbentuk aneh dan mengerikan. Pada akhirnya, perubahan tersebut juga akan dialami manusia yang merupakan makhluk yang berevolusi paling terakhir.

Namun semua kejadian itu tidak hanya dipengaruhi oleh satu kejadian awal saja. Segala isi dunia selalu bertubrukkan satu sama lain. Segala sesuatu terjadi, karena telah ada tubrukkan antara kejadian-kejadian awal lainnya. Semua kejadian-kejadian awal tersebut saling berjalan lurus kedepan, dan kemudian dipertemukan pada satu titik tempat dan waktu tertentu, sehingga tercipta suatu kejadian lainnya.

Sebagai contoh, misalkan kita berada disebuah pilihan sederhana, dimana ada dua jalan yang mempunyai tujuan yang sama. Tanpa pertimbangan, kita memilih jalan yang A, hanya berdasarkan pengalaman bahwa jalan A tidak memberikan hasil lebih merugikan dari pada jalan B. Namun, mungkin saja pada saat yang bersamaan, ada suatu kejadian awal lain, yang mempengaruhi seorang pengendara, sehingga ia memacu kendaraan dengan sangat cepat, dan memilih melakukannya dijalan A, dan tanpa sengaja menabrak kita. Kejadian dimasa depan kita jelas akan berbeda, apabila kita memilih jalan B, dengan kemungkinan tidak tertabrak.

Atau pernah nonton film Butterfly Effect, yang diperankan oleh Asthon Kutcher. Film ini bercerita tentang seseorang yang mempunyai kemampuan kembali ke masa-masa tertentu dalam hidupnya, dan bisa merubahnya sesuai dengan keinginannya agar setiap orang yang terlibat didalamnya mempunyai kehidupan yang lebih baik. Namun, ternyata tidak semua orang mempunyai kehidupan yang baik, seperti yang diinginkannya. Akan selalu ada yang menderita dikarenakan efek perubahan itu tidak hanya dipengaruhi oleh perubahan yang dilakukan oleh sang tokoh, tapi juga oleh tokoh lainnya, yang jelas tidak dapat dikendalikan oleh tokoh utama.

Kejadian awal yang kita perbuat dan kita rencanakan, tidak akan dapat menghasilkan apa yang kita harapkan tanpa pengaruh dari kejadian-kejadian awal lain yang melibatkan seluruh struktur didunia ini. Atau dapat dikatakan bahwa setiap perencanaan sematang atau sesederhana apapun dibuat hanyalah sebuah bayangan yang tidak dapat disentuh sampai kita mencapai titik akhir, karena kita tidak akan bisa mengendalikan setiap kejadian awal yang terjadi didunia ini.

Hal ini menunjukkan suatu keterbatasan manusia dalam mengendalikan hidupnya. Hidup kita dipengaruhi oleh setiap kejadian yang ada dibumi ini. Tapi bukan berarti posisi kita hanyalah diam dan pasrah, seperti daun kering dialiran sungai. Sifat dasar makhluk hidup adalah tumbuh dan bergerak. Kita manusia bersifat dinamis, tidak dapat disamakan dengan daun kering, yang sudah tidak lagi mempunyai harapan hidup karena telah terlepas dari ranting pohon, sumber kehidupanya. Kita memang tidak dapat mengendalikan setiap kejadian-kejadian di dunia ini agar sesuai dengan harapan kita. Namun ingat, kitapun dapat menciptakan sebuah kejadian awal sendiri, yang juga mempunyai pengaruh terhadap kejadian-kejadian berikutnya. Kejadian-kejadian yang mungkin mempunyai pengaruh besar terhadap dunia ini berserta segala isinya.

Dari berbagai sumber.

Introduction

Mengapa membuat blog? Jujur saya adalah orang yang sangat narsis. Selalu merasa tulisan yang saya buat adalah yang terbaik, dan setiap pemikiran saya adalah sesuatu yang brilian. Tapi kemudian saya sadar bahwa predikat terbaik itu hanya bisa diberikan oleh orang lain. Dan semakin saya diamkan setiap tulisan saya, semakin ciut kepercayaan diri saya untuk membuat suatu tulisan yang berarti. Oleh karena itu saya membuat blog ini agar setiap orang, dari mana saja, dengan latar belakang apa saja, yang membaca tulisan saya dapat memberi masukan, kritik serta saran, agar saya mampu membuat tulisan yang lebih baik lagi.

Mengapa Butterfly Effect? Sebenarnya ide untuk judul blog yang pertama kali muncul adalah chaos, yang mengingatkan saya pada novel dewi lestari yang berjudul “Supernova: Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh”. Namun, seiring perkembangan, ternyata saya lebih paham butterfly effect dibanding chaos itu sendiri. Selain itu, karena saya adalah seorang yang praktis dan aplikatif, butterfly effect terasa lebih mudah diterapkan pada kehidupan kita sehari-hari.

Akan ada banyak contoh dari film dan novel. Saya sangat suka menonton film dan membaca novel. Salah satu hobi saya selain makan dan tidur. Film dan novel dapat menjadi hiburan, cermin kehidupan, sumber inspirasi, dan pelajaran yang berharga. Mungkin akan lebih banyak ulasan dan contoh dari film dari pada novel, karena jujur lebih nikmat menonton dari pada membaca. Tapi bukan berati membaca tidak mempunyai keasyikan tersendiri. Membaca membuat kita menciptakan suatu ruang imajinasi tersendiri.

Saya pikir sekian dulu dari saya. Tidak ada yang menarik dari diri saya. Tapi kalian pasti akan mengenal lebih jauh tentang saya, saat membaca setiap posting yang saya tulis. Dan akhirnya saya ucapkan Selamat Datang di Dunia Chaos…